Minggu, 03 Maret 2013

Kebijakan seorang pemimpin yang pantas menjadi suri tauladan bagi pemimpin lain



JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Rusun Marunda kembali mendapatkan tawaran yang menarik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menyediakan lapangan kerja bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap sejak meninggalkan Waduk Pluit.
"Kemarin kami dikumpulkan petugas dari Dinas Sosial (Dinsos). Kami ditanyai keahlian dan pekerjaan yang ingin kami lakukan," terang Tedi Sucipto, warga Blok 7 Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, kepada Kompas.com.


Dikatakan Tedi, petugas menjelaskan bahwa ada beberapa jenis pekerjaan untuk mereka. Untuk itu, Dinsos terlebih dahulu mengumpulkan beberapa data, termasuk bidang keahlian/keterampilan, latar belakang pekerjaan sebelumnya, dan pilihan kerja yang ingin digeluti.
"Katanya akan disalurkan ke beberapa perusahaan yang sudah siap menampung kami," kata Tedi.



Opsi yang menguntungkan tidak hanya mengenai tawaran pekerjaan sesuai bidang keterampilan warga. Menurut informasi petugas Dinsos, perusahaan-perusahaan yang akan mempekerjakan terletak di kawasan Cilincing dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda. "Enaknya karena kantor perusahaannya yang dekat-dekat sini, sekitar Cilincing, Marunda, Tanjung Priok," tambah Tarjuki, warga Blok 7 Lantai 5.

Dengan demikian, warga pindahan dari Penjaringan tidak perlu lagi bolak-balik Marunda-Muara Baru atau Pluit untuk bekerja di tempat tersebut. Tedi dan Tarjuki menyambut baik tawaran tersebut. Pasalnya, mereka mengaku kehilangan pekerjaan sejak pindah ke Rusun Marunda.

"Kalau sekarang, saya lebih yakin bisa membayar sewa rusun karena akan punya sumber penghasilan," ujar Tarjuki sambil tersenyum.

Ia berharap, program tersebut dapat segera direalisasikan. Pasalnya, salah satu ganjalan yang sempat membuat warga enggan meninggalkan wilayah Waduk Pluit adalah jauhnya jarak Marunda dari tempat kerja. Dengan penyaluran ke dunia kerja, Tarjuki dan Tedi berharap, warga lain yang masih enggan meninggalkan Waduk Pluit dapat mengikuti jejak mereka, pindah ke Rusun Marunda.

Editor : Hindra

Dapat dipetik makna artikel yang terkandung dalam berita ini, dimana Jokowi telah benar-benar memanusiakan manusia, terbukti tidak hanya melakukan pemindahan warga dari penghuni sekitar Waduk Pluit ke tempat baru yaitu Rusunawa Marunda, beliau mencoba bekerja sama dengan perusahaan sekitar Marunda untuk dapat menampung warga tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing warga. Seharusnya masalah penggusuran Rumah Negara dapat dilakukan seperti cara yang demikian jika pimpinan ada kemauan seperti apa yang telah dilakukan oleh Jokowi. Sebagai contoh sederhana pimpinan instansi yang akan mengambil alih rumah negara dapat bekerjasama dengan Kementrian Perumahan Rakyat serta Kementrian Pekerjaan Umum atau (Bupati/Walikota/Gubernur) untuk mencari solusi yang terbaik, terutama bagi penghuni rumah negara pensiunan, janda/dudanya.
 

 
 
 
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar