Kalau Prof H Sunarpi mengatakan penghuni
mengingkari kesepakatan dengan Irjen Mendiknas terkait rumah dinas, kuasa hukum
para penghuni rumdis M Taufik Budiman justru menduga ada ketidakselarasan
antara kata dan perbuatan. “Seolah-olah yang dikatakan (Rektor Unram H Sunarpi) berbeda dengan
kenyataan. Mungkin ini kesalahan stafnya, tidak ada koordinasi perihal
penerbitan surat perintah pengosongan dengan hasil dialog antara rektor dengan
para penghuni,” ujar Taufik Budiman, Selasa (27/9) pekan lalu. Yang
dimaksudkan Taufik adalah hasil dialog antara para mantan dosen dengan H
Sunarpi, di mana rektor berjanji tidak akan mengambil tindakan apapun
pasca-dialog terkait rumdis. Namun tak lama setelah dialog, datang surat
bertanggal 15 September 2011 yang memerintahkan pengosongan rumah. Padahal,
kedatangan para penghuni untuk berdialog tersebut dipicu surat lain yang
bertanggal 15 Agustus dengan perihal yang sama. Bedanya, dua surat yang berbeda
itu ditujukan.
Sebagai media diskusi dan konsultasi hukum Penghuni Rumah Negara bagi para Pensiunan PNS; POLRI; TNI; BUMN; dan calon pensiunan (peminat lainnya).
Tampilkan postingan dengan label penghuni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penghuni. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Januari 2013
Gugatan Hukum Perkara Rumah Dinas Dosen UNRAM (2)
Kehendak melakukan privatisasi rumah dinas
(rumdis) di kalangan penghuni rumdis Unram sudah berlangsung sejak lama.
Keinginan itupun semakin menggebu sewaktu secara nasional hal serupa disuarakan
para penghuni rumdis di banyak perguruan tinggi se Indonesia. Bak
mendapat kawan senasib, para penghuni rumdis Unram semakin gigih memperjuangkan
privatisasi yang akhirnya memilih menempuh gugatan hukum Episode
kerenggangan hubungan junior-senior di lingkungan Universitas Mataram (Unram)
berlanjut. Pekan lalu Koran Kampung menulis berita mengenai sejumlah
mantan dosen dan janda mantan dosen penghuni Rumdis Unram yang diminta
mengosongkan rumah yang mereka tempati. Perintah pengosongan itu datang dari
pihak universitas. Pendekatan sesama keluarga besar, proses dialog dan
negosiasi dengan Rektor Unram, menemui jalan buntu.
Gugatan Hukum Perkara Rumah Dinas Dosen UNRAM (1)
Sejumlah mantan dosen dan janda mantan dosen yang
menghuni rumah dinas Universitas Mataram (Unram) diminta mengosongkan rumah
yang mereka tempati. Perintah pengosongan itu datang dari pihak universitas.
Pendekatan sesama keluarga besar, proses dialog dan negosiasi dengan Rektor
Unram, menemui jalan buntu. Perkara itu akhirnya berujung gugatan di
pengadilan. Para petinggi Unram yang dahulu semasa mahasiswa belajar dari para
mantan dosen itu, berseteru dengan senior mereka.
“Orang-orang tua ini (para mantan dosen) datang
ke juniornya yang kebetulan jadi rektor,” ungkap M Taufik Budiman, penasehat
hukum sejumlah penghuni rumah di Jalan Pemuda Mataram itu, Senin pekan lalu Kedatangan mereka untuk melakukan negosiasi setelah sebuah
surat pemberitahuan pengosongan rumah diterima para penghuni. Yakni surat yang
ditandatangani Rektor Unram Prof Sunarpi, yang meminta pengosongan sudah
dilakukan pada 15 September.
Langganan:
Komentar (Atom)
